Sinisme tentang Perempuan

Seorang teman gw yang sangat pintar dan baik (bu Dian) bilang: “proof of life is, if you are a pretty woman, people will talk to you nicely, but for my case-as a proud ugly and old woman-they DON’T even need to STARE AT YOU while you were talking to them, needless to answering it nicely. Sanity really takes place for such behaviour”.

Wanita cantik memang selalu mendapat apologi untuk apapun kesalahannya. Mau dia matre kek, yang penting cantik. Mau dia oneng kek, yang penting cantik. Mau dia nge-babu-in elo kek, yang penting cantik. Well, sangking bodonya, kaum cowok pasti nerima-nerima aja (sebelum mereka bener-bener disakitin).

“Yum, gw tiap hari ada full 24 jam buat Rima. Pagi gw jemput, pulang gw anter. Bahkan karena kantor dia lebih jauh dari kantor gw, gw rela dia bawa mobil gw sedangkan gw naek bus. Apapun yang dia mau, sebisa mungkin gw penuhin. Gw sayang banget sama dia and 6 taon kayak gitu terus, for damn 6 years!!”.

Seperti biasa, kalo dicurhatin gitu, muka gw pasti ruwet (baca: cantik) banget: naik-naikin alis sambil manyun-manyun gak jelas. Radit benar-benar devastated. Pacarnya minta putus mendadak plus tanpa alasan (gosipnya sih kecantol pria yang lebih kaya).

Radit bergumam, “gw yakin, Rima pasti diSANTET”

Waduh! Sambil setengah mendelik, gw membetulkan posisi duduk gw. Ampun deh, cowok memang benar-benar bodoh dan rapuh dalam kondisi terpuruk. Yang bisa gw lakukan saat itu, cuma men-tunyuk-tunyuk jidat gw, sambil sesekali geleng-geleng kepala (tunyuk-tunyuk = memencet yang memijat *heleh*).

Dihadapkan pada Radit yang masih bimbang dan menerawang, hati kecil gw menyesali, betapa kejamnya cewek-cewek model begini. Model cewek selfish matre nan manja plus nggak jelas. Model cewek yang menganggap ¡§hati¡¨ itu cuma sekedar keratan daging yang bisa ditusuk, dirobek-robek, diuyel-uyel, dimainin, dibejek-bejek sak penake udhele dhewe. Cewek yang menganggap otak-nya hanya sebagai sumpel kepala (nggak ada bedanya sama sumpel kutang) alih-alih biar kepalanya bagus, bundar dan terlihat ADA isinya.

Called me synical! Well, I do!

“yah ndut, cewek gw nggak bisa diajak makan di angkringan (dipinggir jalan), kasian, dia nggak biasa”. (Padahal wisata kuliner itu SAMA SEKALI nggak asik kalo di mall).

“Rum, gw agak telat nih, bilang sorry ama anak-anak yeh, abisan cewek gw nelpon, katanya payungnya ketinggalan dirumah, dia mau minta ambilin payung, makanya gw mau kerumahnya dulu ngambil payung, trus ngantur tu payung ketempat lesnya. Abis itu baru gw kesituh”. (mending minta jemput sekalian pas pulang, dibanding harus stupidly nyuru-nyuru orang lain untuk ngambilin barang-barang lo..)

“Yum, gw kagak ikut dah. Gw lagi miskin, ga punya duit cash. ATM gw lagi dibawa ama cewek guah. Besok aja deh jalannya, sekalian ngajak cewek gw.” (Anjrit. Duit itu pake capek kali nyarinya)

(T___T) Hhhhh¡K¡K¡K

Jadi inget, gw pernah dikirimi SMS, isinya: “don’t pray for an easy life, but pray for becoming a stronger woman”. Hm, padahal masih banyak kata kata lain kayak: prettier, or smarter, or dsb dsb. Why has to be stronger? Kenapa justru konotasinya terkesan maskulin untuk sebuah subjek yang feminin?. Gw berpikir keras, there must be something beyond this.

Look, selain cantik, perempuan itu harus mandiri, pintar dan berkarakter. Bukan pintar dalam batasan degree/ijazah, tapi juga emotively smart (bahasa engineernya: adaptif). Yang paling penting: dapat membangun pribadi yang egaliter (merasa sama dengan orang lain). Karena dengan menjadi sama, setidaknya kita menjadi lebih peka dan respect terhadap keadaan. (At least, being aware terhadap hak maupun kewajiban selayaknya perempuan yang berakal dan berbudi pekerti luhur).

Girls, hidup itu seni kompromi. Lo harus bisa mengkombinasikannya dengan ciamik (pas dan tepat). Jangan terlalu mengandalkan atau bergantung pada orang lain. Dan yang paling penting, belajarlah mengenali potensi diri sendiri demi hidup yang lebih baik.

Beuh, lagian rugi cong (dari bencong), kalo hari gini masih menjadi typical perempuan jadul jijay manja cupet kuper bodo. Anyway, untung banget kok kalo loe bisa mengkombinasikan cantik, pintar, dan kuat sekaligus dalam satu paket. Coz believe me, smart and beautiful women are seriously dangerous.[]
This entry was posted in Catatan Perempuan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>