Another Broken Story

Bola mata gw nggak bergerak, terpancang jarak. Udah dua menit ini gw nggak mecahin rekor this skimming stone (lempar batu di air). The best rekor masih dipegang Abby, enam kali pantulan diatas air. Amazing!

Sebenarnya dari tadi gw dan Abby sama-sama lama terdiam, hanya menabung dan menimbun arogansi kami yang dibatasi oleh himpitan ruang rindu yang tersembunyi.

“Look Yoem, cinta itu universal. Hanya saja.. kita mungkin mencarinya dengan cara yang berbeda”.

Abby membuka kesunyian tak berujung itu.

“I am who I am, and I’ll suffer for that”. Bola mata gw tetap nggak bergerak, memandangi gumpalan awan senja yang pulang berarak-arak. “I love you so much ’till it hurts, Bi. You always know it”. Lanjut gw pelan dan ragu-ragu.

“Then why you wanna leave me?!”. Abby mulai nggak sabar menanggapi gw dan segala tembok kekakuan yang sengaja banget gw bangun.

“I really don’t know I can hold it.. or not.. I’m loosing you”. Gw mulai nggak bisa benahan buncahan rasa itu. Sayang kalimat terakhir tadi cuma ada didalem hati gw aja. Di depan Abby gw cuma bisa sedingin es.

Pipi gw basah, sebasah mata Abby saat dia cuma bisa mengumpat sekuat-kuatnya dan menendangi alang-alang rendah yang nggak bersalah. He’s so demolish.

But.. so am I.

Dan bisa ditebak, kami cuma diam disepanjang dua setengah jam perjalanan pulang kembali ke Ibu kota. The silence is deafening. Believe me, it felt like forever.

Caramel Macchiato, perpaduan halus antara pahit ekspreso dan kelembutan wangi susu yang ringan namun kuat, sekuat keyakinan membuat mimpi menjadi sebuah manifesto yang selalu nyata dan ada, sekuat keyakinan gw untuk mengenyahkan Abby dan cintanya dihati gw.

Tiga hari berselang sejak the skimming stone day. Hari dimana keputusan gw menjadi sesuatu hal yang sangat elusive (sukar dipahami) dan extravagant buat Abby. Tapi itu gw dan dunia gw. Gw cuma bersikap sedikit lebih protektif ke diri gw, ke hati gw.

But you know what? Actually, you cannot get your real love if you won’t surrender into it. Pasrah itu sebenarnya jalan keluar yang paling pas. Tapi buat gw, sulit banget untuk kehilangan orang yang bener-bener berharga buat lo. Memang, kenyataannya nggak semua perempuan sepengecut gw. Mungkin ini salah satu fakta kenapa icha selalu bilang “lu kan bukan cewe rum?!”.

Emansipasi, tidak berarti melakukan segala kegiatan yang “mirip” dengan yang dilakukan pria. Emansipasi bisa juga berarti: bisa menjaga diri sendiri. Mungkin, bisa jadi gw terlalu over dalam hal menjaga diri gw sendiri, sampai nggak sadar, sudah sedemikian dalamnya menyakiti orang lain. Tapi gw bukan batu, gw juga masih punya some tears to shed.

Happy Salma: Menurut Anda, perempuan itu yang penting cantik atau pintar?
Pramudya: Bagaimana dia membentuk dirinya saja. Belajar hidup.

Angan gw terus melayang, membayangkan jawaban sederhana Pramudya yang membelit paru-paru sekaligus memaksa gw untuk mengendapkan pikiran.[]

This entry was posted in Cerita Cinta. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>