Mati Muda

Hhmm.. Masa muda.. penuh dengan kecemerlangan berpikir dan mekarnya kesadaran intelektual.

Gw masih ingat ceritanya Ali syari’ati bahwa yang namanya jati diri dan kesadaran berpikir di hari-hari yang kebodohannya begitu menggejala (baca: masa muda) adalah suatu “kejahatan”.

Orang yang dianugrahi ketinggian berpikir pada masa mudanya jelas akan mendapat pemberitaan tentang segala sesuatu, tanpa dia sendiri akan merasa takut, tentang apapun yang melintas didalam kalbunya. dan dalam situasi seperti itu, seorang pemikir muda hanya akan menjadi alat kedzaliman dan penindasan yang harus dihadapi oleh kesadaran intelektualnya sendiri.

Maka, diapun akan mengalami nasib yang sama yang bakal dijalani oleh siapa saja yang menempuh jalan itu: MATI DALAM USIA MUDA.

Well, None of us knows which path will lead us to God.

Mungkin Tuhan terlalu mencintai kaum muda yang openness to experiences, yang bisa melihat something beyond what others can’t see. (bukan berarti harus mistik, agamis, atau klenik, namun bisa juga hal-hal yang sifatnya kebih kepada kesadaran pribadi.)

Y’know? sometimes I wonder, will god ever forgive us, the youngster, for what we’ve done?
God will. Karena Dia yang Maha Mulia, dan Maha mengetahui segala rahasia.[]

This entry was posted in Waktu Kuliah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>